Kemenakertrans Akan Hapus Sistem Kerja Kontrak

Posted in umum on 17 Desember 2010 by Bezimeni ID

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) akan menghapus sistem kerja kontrak dan perusahaan penyedia jasa tenaga kerja (outsourching) pada 2011 nanti.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar mengatakan, kebijakan tersebut akan diperkuat dengan peraturan Menteri Tenaga Kerja selama revisi UU No 13 tahun 2003 tentang Ketengakerjaan masih dibahas di DPR.

Muhaimin mengungkapkan diubahnya rekrutmen pegawai ini dilatarbelakangi ada kenaikan jumlah pekerja pada sektor formal dari 30 persen pada 2009 menjadi 33 persen pada 2010. Namun Muhaimin menyayangkan, dari 33 persen jumlah tersebut, sebagian besar status pekerja masih merupakan pekerja kontrak atau bahkan disewa dari outsorching.

“Kami masih memiliki kendala, sebagian besar pekerja ini bukan pegawai tetap, tapi kontrak,” terang Ketua Umum PKB ini.

Untuk itu, Muhaimin akan medorong perusahaan-perusahaan yang masih mempekerjakan karyawannya dengan sistem kontrak untuk melakukan pengangkatan pada 2011. Tentu saja dengan mempertimbangkan peraturan-peraturan baru yang lebih memberi jaminan pada para pekerja.

Sebenarnya, perubahan-perubahan yang dimaksud Muhaimin sudah dimasukan dalam revisi UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Namun sayangnya, DPR memutuskan secara sepihak, untuk mengeluarkan revisi UU tersebut dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2011. “Jadi kami tidak membahasnya di 2011, tapi mematangkannya dulu sambil menyiapkan jadi UU di 2012,” papar Muhaimin.

Sambil menunggu 2012, ada dua hal yang dilakukan Kemenakertrans untuk mendukung upaya mendorong pengurangan jumlah karyawan kontrak ataupun outsorching di perusahaan-perusahaan. Salah satunya dengan membuat Permenakertrans, yang isinya memperketat penggunaan pekerja kontrak dan outsourching.“Insya Allah 2012 para pekerja sudah dapat menerimanya,” ungkapnya.

Langkah kedua, yakni dengan mendorong penguatan industri dalam negeri. Dengan meningkatkan koordinasi antara kementerian yang berada di bawah koordinasi Kementerian Perekonomian. “Agar industri kita semakin stabil,” tutur Muhaimin.

Dia menambahkan, kementerian akan meminta serikat-serikat pekerja buruh untuk merapatkan barisan dan tidak mendahulukan ego masing-masing, agar penguatan industri nasional dapat terwujud. Baca lebih lanjut

UU Ketenagakerjaan Perlu Dikaji Ulang

Posted in opini on 12 Oktober 2010 by Bezimeni ID

Undang-undang Ketenagakerjaan No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan tidak sesuai lagi sehingga perlu dikaji ulang.
“UU ini tidak memeuaskan pengusaha dan iklim investasi, para pekerja juga mertasa UU ini juga tidak jelas. Oleh karena itu, pemerintah berinisiatif mengkaji ulang”, kata Menakertrans Muhaimin Iskandar usai melantik pejabat eselon 2 dan 3 Kemenakertans.
Kemenakertrans, lanjutnya, telah menyerahkan UU tersebut untuk dikaji Lembaga Ilmu pengetahuan Indonesia (LIPI). “Saya minta agar para stakeholder (pemangku kepentingan)aktif ke LIPI untuk menyuarakan aspirasinya”, katanya lagi.
(Dikutip dari Harian Pos Kota, 12/10)

Tragedi Bintaro, Tragedi Seorang Masinis

Posted in umum on 7 Oktober 2010 by Bezimeni ID

Masih ingat tragedi Bintaro pada tahun 1987? Kecelakaan yang menewaskan ratusan penumpang tidak hanya menjadi tragedi bagi mereka yang ditinggalkan. Ini juga sebuah tragedi besar bagi Slamet Suradio yang kala itu jadi masinis kereta nahas itu. Slamet menjadi terpidana dan dipenjara selama tiga tahun lebih. Pemeriksaan yang dialaminya penuh kekerasan.

Sejak itu, jalan hidup Slamet, warga Krajan, Desa Gintungan, Purworejo, Jawa Tengah, ini berbalik arah. Selain dipenjara, lelaki empat anak ini dipecat dengan tidak hormat yang membuat ia kehilangan hak pensiunnya. Keluar dari bui, untuk menghidupi istri dan anaknya, pria 71 tahun ini berdagang asongan dengan pendapatan Rp 3.000 sampai Rp 4.000 per hari. Baca lebih lanjut

Serikat Pekerja Hanya Akal-akalan Perjuangkan Upah Minimum

Posted in umum on 6 Oktober 2010 by Bezimeni ID

Serikat pekerja di berbagai sektor di seluruh daerah di Indonesia, sudah saatnya memperjuangkan perbaikan upah minimum yang dalam proses penetapannya selama ini tak terlepas dari “akal-akalan” yang merugikan buruh.

“Sudah bukan rahasia, upah minimum yang berlaku selama ini jauh dari kelayakan kebutuhan minimum hidup buruh. Itu terjadi tak terlepas dari adanya proses yang tidak sehat, termasuk jajaran serikat pekerja dan pemerintah yang terkontaminasi kepentingan pengusaha,” Baca lebih lanjut

Tenaga Kerja Suram, Trend Sosial Di Indonesia

Posted in umum on 5 Oktober 2010 by Bezimeni ID

Walaupun beberapa kemajuan dalam mengatasi dampak krisis keuangan global, tenaga kerja dan tren sosial di negeri tahun fiskal ini kemungkinan akan tetap suram, International Labour Organization (ILO) telah memperingatkan.

Berbicara pada diskusi dan peluncuran buku tentang tenaga kerja 2009 dan tren sosial di Indonesia di Jakarta, Selasa, ILO ekonom Kazutoshi Chatani mengatakan pemerintah harus segera memberikan perlindungan sosial bagi pekerja terampil tidak terampil dan semi, terutama bagi mereka yang tidak termasuk dalam pemerintah pro-kerja program.

Baca lebih lanjut

KRONOLOGIS UNION BUSTING DI HOTEL PRINSEN PARK

Posted in umum on 19 September 2010 by Bezimeni ID

1. 4 Juni 2009 Awal dideklarasikannya serikat pekerja di Monas
2. 12 Oktober 2009 Setelah anggotanya hamper 80 persen, diajukanlah surat pemberitahuan keberadaan serikat pekerja ke manajemen Baca lebih lanjut

PEMBERANGUSAN SERIKAT PEKERJA

Posted in umum on 6 Januari 2010 by Bezimeni ID

MANAJEMEN BUSUK
Awal tahun 2010 mimpi buruk bagi kami, manajemen telah memberangus serikat pekerja yaitu dengan dipehakanya kedua pengurus kami tanpa alas an yang jelas.
Ketua Serikat Pekerja Mangga Besar Berdikari, Sdr Rinaldi dipehaka dengan alas an memberi keterangan palsu saat dia izin tidak masuk kerja, padahal dia sudah izin ke atasannya sdr Asep dan dia mengizinkannya. Lebih aneh lagi wakil ketua dari SP, Sdr Hasan. Dia dipehaka karena dia tidak bersedia mengerjakan tugas yang bukan tanggung jawabnya.
Ini semua alas an yang dicari-cari. Walaupun manajemen tidak dengan terang-terangan mengatakan anti serikat, tapi ini salah satu bentuk pemberangusan serikat pekerja. Hal ini sepertinya sudah diatur sedemikian rupa, manajemen sudah mengantipasi akibat tindakan yang mereka lakukan yaitu dengan menempatkan tentara yang masih aktif berada di llingkungan perusahaan. Mereka pikir kami akan down dan takut pasca pemecatan pengurus kami.
Tindakan represif manajemen menimbulkan sikap militan anggota serikat pekerja. Tapi kami masih bisa menahan diri, kami tidak mau berbuat anarkis yang nantinya merugikan semua. Mati satu tumbuh seribu. Kami akan terus berjuang untuk melawan ketidakadilan dan menuntut hak-hak kami yang selama ini diabaikan. Serikat Pekerja harus tetap berdiri kokoh di lingkungan kerja kami, Hotel Prinsen Park. Tiada seorang pun yang akan bisa merobohkannya. Maju terus Serikat Pekerja! Maju terus Masberdi Union!

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.